Kembali

Visi & Misi

Mengusahakan terbentuknya akademisi islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah

Tentang

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), didirikan secara resmi pada 14 Maret 1964 (29 Syawal 1384 H) di Yogyakarta. Organisasi ini lahir sebagai wadah gerakan mahasiswa Islam yang terintegrasi dengan cita-cita besar .

Sejarah Singkat Berdirinya IMM
Latar Belakang Internal:  Kehadiran Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) memicu kebutuhan mendesak akan wadah pembinaan khusus bagi mahasiswa Muhammadiyah. Upaya ini dipelopori oleh tokoh-tokoh muda seperti Djazman Al-Kindi, Rosyad Sholeh, dan Soedibyo Markoes melalui Lembaga Dakwah Muhammadiyah. 

Latar Belakang Eksternal: Pada periode 1950–1964, situasi politik Indonesia sangat bergejolak. Kehidupan kampus terinfiltrasi oleh kepentingan partai politik dan ideologi komunisme yang diusung PKI. IMM didirikan untuk menjadi benteng moralitas dan independensi mahasiswa Muslim dari polarisasi politik praktis tersebut. Organisasi ini diresmikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, KH Ahmad Badawi, di Gedung Dinoto, Yogyakarta. Momen ini ditandai dengan deklarasi Enam Penegasan IMM sebagai landasan awal pergerakan. 

Ideologi IMM

Ideologi IMM melekat erat pada paham keagamaan dan perjuangan induk organisasinya, yaitu Ideologi Islam Berkemajuan. Nilai-nilai ideologis ini diturunkan ke dalam beberapa instrumen gerakan: 

  • Trilogi IMM: Menegaskan peran kader di tiga ranah utama secara seimbang, yaitu gerakan Keagamaan (Religiusitas), Kemahasiswaan (Intelektualitas), dan Kemasyarakatan (Humanitas). 
  • Slogan Ikatan: "Anggun dalam Moral, Unggul dalam Intelektual" merupakan cerminan ideologis kader yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas akhlak yang tinggi.